Monday, June 29, 2015

PERTANYAAN SARUNG DAN KOPYAH




Saya adalah umat muslim yang dalam beribadah mungkin dianggap tidak sama dengan kaum muslimin lainnya pada umumnya. Umat muslim umumnya dan khususnya NU dalam shalat selalu menggunakan kopyah dan sarung sehingga terlihat seperti golongan santri dan priyai. Terkadang sambil memegang rokok dalam tangannya ketika berangkat ke masjid atau mushalla untuk melaksanakan shalat, bahkan dalam setiap acara-acara keagamaan selalu menggunakan kedua bahan itu dan baju koko. Sedangkan saya tidak terbiasa menggunakan apa yang saya sampaikan diatas, saya lebih suka memakai celana panjang dan kopyah kain yang bundar itupun kalau pas membawa dan ada. Bila tidak ada kopyah ya saya tidak memakai. Dalam setiap kesempatan, sering kali saya tidak memakai kopyah dan bercelana dan ini yang selalu menundang perhatian orang-orang/ jamaah. Saya bahkan sering di tegur oleh mereka dan tidak kurang dari satu tokoh agamanya. Pertanyaan yang sering muncul adalah “ Tidak punya kopyah kah kok tidak memakai? Akupun menjawab seperti kemampuanku dan berusaha tidak menyakiti orang “ Kopyahku ketinggalan di rumah mertua “ salah satu jawabanku saat terakhir aku di Tanya.
Jujur saya memang orang muslim entah itu muslim ahli ibadah atau tidak saya tidak tahu, saya manusia yang masih banyak dosa dan kekurangan. Saya masih banyak memerlukan ampunan dan pertolongan Allah. Saya bukan tidak suka dan tidak ingin berkopyah atau bersarung, namun saya ingin bergerak bebas dan tidak menampakkan aurat di depan umu. Karena dari apa yang sering aku tahu dengan tidak sengaja. Orang yang mengenakan sarung hanya memakai CD belaka dan tidak memakai celana pendek., bahkan ada yang tidak memakai apa-apa dan ketika itu ada wanita di dekatnya. Alasan-alasan seperti itu menjadi pertimbangan saya dan semua saya kembalikan kepada Allah, sedangkan untuk urusan masing-masing umat itu adalah pilihan. Cara apa yang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah jalan yang harus di pilih masing-masing, sedangkan tujuan akhir adalah sama. Ridho Allah.
Karya Oleh : Slamet bin Munadji

No comments:

Post a Comment