Saya adalah
umat muslim yang dalam beribadah mungkin dianggap tidak sama dengan kaum
muslimin lainnya pada umumnya. Umat muslim umumnya dan khususnya NU dalam
shalat selalu menggunakan kopyah dan sarung sehingga terlihat seperti golongan
santri dan priyai. Terkadang sambil memegang rokok dalam tangannya ketika
berangkat ke masjid atau mushalla untuk melaksanakan shalat, bahkan dalam
setiap acara-acara keagamaan selalu menggunakan kedua bahan itu dan baju koko. Sedangkan
saya tidak terbiasa menggunakan apa yang saya sampaikan diatas, saya lebih suka
memakai celana panjang dan kopyah kain yang bundar itupun kalau pas membawa dan
ada. Bila tidak ada kopyah ya saya tidak memakai. Dalam setiap kesempatan,
sering kali saya tidak memakai kopyah dan bercelana dan ini yang selalu
menundang perhatian orang-orang/ jamaah. Saya bahkan sering di tegur oleh
mereka dan tidak kurang dari satu tokoh agamanya. Pertanyaan yang sering muncul
adalah “ Tidak punya kopyah kah kok tidak memakai? Akupun menjawab seperti
kemampuanku dan berusaha tidak menyakiti orang “ Kopyahku ketinggalan di rumah
mertua “ salah satu jawabanku saat terakhir aku di Tanya.
Jujur saya
memang orang muslim entah itu muslim ahli ibadah atau tidak saya tidak tahu,
saya manusia yang masih banyak dosa dan kekurangan. Saya masih banyak
memerlukan ampunan dan pertolongan Allah. Saya bukan tidak suka dan tidak ingin
berkopyah atau bersarung, namun saya ingin bergerak bebas dan tidak menampakkan
aurat di depan umu. Karena dari apa yang sering aku tahu dengan tidak sengaja. Orang
yang mengenakan sarung hanya memakai CD belaka dan tidak memakai celana pendek.,
bahkan ada yang tidak memakai apa-apa dan ketika itu ada wanita di dekatnya. Alasan-alasan
seperti itu menjadi pertimbangan saya dan semua saya kembalikan kepada Allah,
sedangkan untuk urusan masing-masing umat itu adalah pilihan. Cara apa yang
terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah jalan yang harus di pilih
masing-masing, sedangkan tujuan akhir adalah sama. Ridho Allah.
Karya Oleh : Slamet bin Munadji
No comments:
Post a Comment