Tuesday, June 30, 2015

MISKIN JADI KAYA, KAYA JADI MISKIN



Roda kehidupan manusia selalu di uji oleh Allah SWT Tuhan sekalian umat di seluruh dunia ini. Manusia diciptakan dalam berbagai ragam kehidupan yang salah satunya adalah kondisi ekonomi yang dalam bahasa kerennya “ Kaya atau Miskin ”. Manusia memandang orang itu kaya karena berdasarkan jumlah materi yang dimilikinya yang dapat dilihat oleh mata kepala dan dapat di hitung angka serinya yang tidak terhitung alias banyak sekali uangnya. Sampai-sampai orang yang melihatnya akan tergiur dan ingin bernasib sama dengan orang kaya tersebut, meskipun akhirnya jalan pintas yang di tempuh seperti dengan mengabdi kepada makhluk Tuhan yang dalam agama itu musyrik dan sangat tidak dibenarkan oleh agama karena pasti akan banyak memakan korban Nyawa. Sedangkan orang di pandang miskin adalah karena kondisi ekonomi yang tidak layak dan tidak pantas dilihat secara kasat mata oleh orang-orang sekitarnya, kondisi rumah yang mungkin terbuat dari anyaman bamboo atau bahkan gabungan dari kardus-kardus bekas, makan bisa satu kali sudah bersyukur dan mandipun di tempat umum yang tidak layak pakai. Semua serba kekurangan dan pakaian yang dikenakan hanya itu-itu saja setiap harinya.
Kawan, apa yang kita lihat di atas tidaklah salah dan juga tidaklah benar semua. Karena kaya dan miskin sudah ada garis yang memutuskannya yaitu Allah Tuhan kita. Dari mana sudut pandang yang kita gunakan untuk melihat kaya atau miskinnya seseorang itu ditentukan. Di sini saya akan menguraikan 2 kisah nyata antara kaya atau miskin menurut kacamata ekonomi dan Tuhan.
Menurut kacamata ekonomi
Dahulu sebut saja namanya “MJTN” adalah dari keluarga biasa dan sekolahpun tidak tamat sekolah dasar. Namun karena melihat kondisi keluarganya yang mulai memprihatinkan karena kondisi ekonomi maka MJTN memutuskan untuk bekerja ke Surabaya supaya mendapatkan penghasilan yang lebih dan bisa membantu keluarga. Dengan berbekal ilmu seadanya dan di Surabaya sudah ada orang yang bisa membantunya maka MJTN berangkat dan langsung bekerja di sana. Awal kerja ikut orang sebagai tukang jualan es lilin keliling dan apapun dilakukannya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Apa yang dikerjakannya menghasilkan sesuatu uang tapi tidak begitu cukup. Tidak lama kemudian ketika sambil berjualan es lilin keliling ia bertemu seorang bule asing dari negeri Sakura. Negeri Jepang yang terkenal dahulu pernah menjajah Negara kita 3,5 tahun yang akhirnya dihancurkan negaranya  oleh sekutu dengan dibomnya Hirosima dan Nagasaki. Lelaki itu bernama Tsugio Aigo yang akhirnya dalam perjalanan waktu di ketahui pula sudah pernah mempunyai istri di Indonesia di Gombong Jawa tengah. Akhirnya kisah cintanyapun berlanjut dan pada tahun 1990 diadakan upacara pernikahan di tempat MJTN di kecamatan Ringinrejo Kediri. Pernikahan diselenggarakan dengan cukup mewah dan saat itu masyarakat merasa kagum dan menganggap MJTN adalah salah satu orang kaya di kampung. Lambat laun rumah yang sederhana di bangun menjadi mewah saat itu dan berlantai 2 pula. Memiliki kendaraan berupa mobil, truck, sepeda motor bahkan sebelum listrik masuk desa sudah memiliki mesin diesel yang mampu menerangi hampir seluruh kampung serta memiliki pembantu tidak hanya satu. Semua keluarga dibantunya dengan dibangunkan rumah untuk adiknya dan dibiayai kakaknya untuk mendirikan usaha yang meskipun itu haram. Dalam kurun waktu 15 tahun MJTN dan suaminya mengalami masa kejayaan dan ujian datang pada saat kejayaan tersebut. Satu persatu truck yang dimiliki yang digunakan untuk mengankut buah sering rusak dan bahkan kecekakaan yang menewaskan orang yang ditabraknya dan berurusan dengan polisi di jawa tengah, mobil yang baru di beli beberapa hari tanpa sebab yang jelas terbakar di garasi rumah yang rencana hendak digunakan untuk ke pantai popoh membeli ikan. Mengankat anak yang dalam hidupnya di manja dan dewasanya menyusahkan orang tua, penghianatan dari orang-orang yang berada didekatnya dan manajemen keuangan yang tidak jelas catatannya. Serta masalah keluarga yang seharusnya tudak terjadi yang mengakibatkan suaminya, pembantunya pergi meninggalkannya. Al akhir hancurlah semua kekayaannya dan yang tertinggal hanya satu sepeda motor, rumah dan tanah sisa pembeliannya dahulu.
Kini MJTN hidup bersama dengan anaknya yang suka membantah perintah orang tuanya, mencuri menjadi hobinya yang sangat meresahkan. Pernah mencuri di swalayan dan barang milik saudara ibunya serta beras yang dapat untuk makan dan perabot lainnya ludes di jualnya. MJTN sekarang bukan MJTN yang dulu, sekarang ia bekerja ikut orang di pasar Sambi memjadi buruh warung ditempat orang dan dengan kerja yang dari jam 4 pagi hingga jam 6 malam dengan penghasilan yang pas-pasan dan meskipun demikian disyukurinya dengan sangat bersyukur karena pernah merasakan menjadi orang kaya.          
Menurut kacamata Allah
Sebut saja namanya AHSLH adalah seorang guru di madrasah ibtidaiyah di kampung yang sama dengam MJTN. Dalam kesehariannya beliau mengajarkan ilmu agama dan selalu ramah kepada setiap murid-muridnya, rumah yang dimiliki sejak dahulu terbuat dari bambu hingga akhir ajal menjemputnya pada pertengahan tahun 2015 lalu dalam kondisi sakit yang cukup parah. Selain di sekolah AHSLH juga mengajar dirumahnya murid-murid yang banyak bersama anaknya yang juga menjadi guru madrasah yang sama. Dalam masa hidupnya disenangi masyarakat dan dalam akhir hidupnya disholati 2 kali dengan penuh sesak di rumahnya dan diantarkan ke kubur dengan pengantar yang jumlahnya ratusan orang. Maha Besar Allah dan semoga di terima amalnya.  Orang inilah yang menurut kitab Allah adalah orang yang kaya, bukan kaya akan harta tetapi kaya akan ilmu dan bermanfaat untuk agama dengan mengajarkan kepada generasi muda supaya lebih beragama.
Saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah, marilah kita sibukkan diri dengan membuat suatu karya yang berguna untuk semua dan meninggalkan kebaikan untuk anak cucu kita kelak. Berbaiklah kepada sesama meskipun kebaikanmu dibalas dengan kejahatan. Perbanyaklah ilmumu dan anak cucumu karena ilmulah yang akan menyelamatkannya dari kemiskinan dan kebutaan akan dunia.
Janganlah kalian menjadi orang yang “ Miskin menjadi kaya, kaya menjadi miskin “ tetapi jadilah “ Miskin menjadi kaya, dan kaya semakin kaya ilmu dan berguna                                
Kediri, 27 juni 2015
Karya : Slamet bin Munadji  
Dusun Kalilanang RT 04/RW 07 Desa Selodono Kecamatan Ringinrejo Kab. Kediri Jawa Timur Indonesia                                                                                                                                                                                                 

No comments:

Post a Comment