Roda kehidupan manusia selalu di uji
oleh Allah SWT Tuhan sekalian umat di seluruh dunia ini. Manusia diciptakan
dalam berbagai ragam kehidupan yang salah satunya adalah kondisi ekonomi yang
dalam bahasa kerennya “ Kaya atau Miskin ”. Manusia memandang orang itu kaya
karena berdasarkan jumlah materi yang dimilikinya yang dapat dilihat oleh mata
kepala dan dapat di hitung angka serinya yang tidak terhitung alias banyak
sekali uangnya. Sampai-sampai orang yang melihatnya akan tergiur dan ingin
bernasib sama dengan orang kaya tersebut, meskipun akhirnya jalan pintas yang
di tempuh seperti dengan mengabdi kepada makhluk Tuhan yang dalam agama itu
musyrik dan sangat tidak dibenarkan oleh agama karena pasti akan banyak memakan
korban Nyawa. Sedangkan orang di pandang miskin adalah karena kondisi ekonomi
yang tidak layak dan tidak pantas dilihat secara kasat mata oleh orang-orang
sekitarnya, kondisi rumah yang mungkin terbuat dari anyaman bamboo atau bahkan
gabungan dari kardus-kardus bekas, makan bisa satu kali sudah bersyukur dan
mandipun di tempat umum yang tidak layak pakai. Semua serba kekurangan dan
pakaian yang dikenakan hanya itu-itu saja setiap harinya.
Kawan, apa yang kita lihat di atas
tidaklah salah dan juga tidaklah benar semua. Karena kaya dan miskin sudah ada
garis yang memutuskannya yaitu Allah Tuhan kita. Dari mana sudut pandang yang
kita gunakan untuk melihat kaya atau miskinnya seseorang itu ditentukan. Di
sini saya akan menguraikan 2 kisah nyata antara kaya atau miskin menurut
kacamata ekonomi dan Tuhan.
Menurut kacamata ekonomi
Dahulu sebut saja namanya “MJTN”
adalah dari keluarga biasa dan sekolahpun tidak tamat sekolah dasar. Namun
karena melihat kondisi keluarganya yang mulai memprihatinkan karena kondisi ekonomi
maka MJTN memutuskan untuk bekerja ke Surabaya supaya mendapatkan penghasilan
yang lebih dan bisa membantu keluarga. Dengan berbekal ilmu seadanya dan di
Surabaya sudah ada orang yang bisa membantunya maka MJTN berangkat dan langsung
bekerja di sana. Awal kerja ikut orang sebagai tukang jualan es lilin keliling
dan apapun dilakukannya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun
berganti tahun. Apa yang dikerjakannya menghasilkan sesuatu uang tapi tidak
begitu cukup. Tidak lama kemudian ketika sambil berjualan es lilin keliling ia
bertemu seorang bule asing dari negeri Sakura. Negeri Jepang yang terkenal
dahulu pernah menjajah Negara kita 3,5 tahun yang akhirnya dihancurkan
negaranya oleh sekutu dengan dibomnya
Hirosima dan Nagasaki. Lelaki itu bernama Tsugio Aigo yang akhirnya dalam
perjalanan waktu di ketahui pula sudah pernah mempunyai istri di Indonesia di
Gombong Jawa tengah. Akhirnya kisah cintanyapun berlanjut dan pada tahun 1990
diadakan upacara pernikahan di tempat MJTN di kecamatan Ringinrejo Kediri.
Pernikahan diselenggarakan dengan cukup mewah dan saat itu masyarakat merasa
kagum dan menganggap MJTN adalah salah satu orang kaya di kampung. Lambat laun
rumah yang sederhana di bangun menjadi mewah saat itu dan berlantai 2 pula.
Memiliki kendaraan berupa mobil, truck, sepeda motor bahkan sebelum listrik
masuk desa sudah memiliki mesin diesel yang mampu menerangi hampir seluruh
kampung serta memiliki pembantu tidak hanya satu. Semua keluarga dibantunya
dengan dibangunkan rumah untuk adiknya dan dibiayai kakaknya untuk mendirikan
usaha yang meskipun itu haram. Dalam kurun waktu 15 tahun MJTN dan suaminya
mengalami masa kejayaan dan ujian datang pada saat kejayaan tersebut. Satu
persatu truck yang dimiliki yang digunakan untuk mengankut buah sering rusak
dan bahkan kecekakaan yang menewaskan orang yang ditabraknya dan berurusan
dengan polisi di jawa tengah, mobil yang baru di beli beberapa hari tanpa sebab
yang jelas terbakar di garasi rumah yang rencana hendak digunakan untuk ke
pantai popoh membeli ikan. Mengankat anak yang dalam hidupnya di manja dan
dewasanya menyusahkan orang tua, penghianatan dari orang-orang yang berada
didekatnya dan manajemen keuangan yang tidak jelas catatannya. Serta masalah
keluarga yang seharusnya tudak terjadi yang mengakibatkan suaminya, pembantunya
pergi meninggalkannya. Al akhir hancurlah semua kekayaannya dan yang tertinggal
hanya satu sepeda motor, rumah dan tanah sisa pembeliannya dahulu.
Kini MJTN hidup bersama dengan
anaknya yang suka membantah perintah orang tuanya, mencuri menjadi hobinya yang
sangat meresahkan. Pernah mencuri di swalayan dan barang milik saudara ibunya
serta beras yang dapat untuk makan dan perabot lainnya ludes di jualnya. MJTN
sekarang bukan MJTN yang dulu, sekarang ia bekerja ikut orang di pasar Sambi
memjadi buruh warung ditempat orang dan dengan kerja yang dari jam 4 pagi
hingga jam 6 malam dengan penghasilan yang pas-pasan dan meskipun demikian
disyukurinya dengan sangat bersyukur karena pernah merasakan menjadi orang
kaya.
Menurut kacamata Allah
Sebut saja namanya AHSLH adalah
seorang guru di madrasah ibtidaiyah di kampung yang sama dengam MJTN. Dalam
kesehariannya beliau mengajarkan ilmu agama dan selalu ramah kepada setiap
murid-muridnya, rumah yang dimiliki sejak dahulu terbuat dari bambu hingga
akhir ajal menjemputnya pada pertengahan tahun 2015 lalu dalam kondisi sakit
yang cukup parah. Selain di sekolah AHSLH juga mengajar dirumahnya murid-murid
yang banyak bersama anaknya yang juga menjadi guru madrasah yang sama. Dalam
masa hidupnya disenangi masyarakat dan dalam akhir hidupnya disholati 2 kali
dengan penuh sesak di rumahnya dan diantarkan ke kubur dengan pengantar yang
jumlahnya ratusan orang. Maha Besar Allah dan semoga di terima amalnya. Orang inilah yang menurut kitab Allah adalah
orang yang kaya, bukan kaya akan harta tetapi kaya akan ilmu dan bermanfaat
untuk agama dengan mengajarkan kepada generasi muda supaya lebih beragama.
Saudaraku kaum muslimin yang
dirahmati Allah, marilah kita sibukkan diri dengan membuat suatu karya yang
berguna untuk semua dan meninggalkan kebaikan untuk anak cucu kita kelak.
Berbaiklah kepada sesama meskipun kebaikanmu dibalas dengan kejahatan.
Perbanyaklah ilmumu dan anak cucumu karena ilmulah yang akan menyelamatkannya
dari kemiskinan dan kebutaan akan dunia.
Janganlah kalian menjadi orang yang “
Miskin menjadi kaya, kaya menjadi miskin “ tetapi jadilah “ Miskin
menjadi kaya, dan kaya semakin kaya ilmu dan berguna”
Kediri, 27 juni 2015
Karya : Slamet bin Munadji
Dusun Kalilanang RT 04/RW 07 Desa
Selodono Kecamatan Ringinrejo Kab. Kediri Jawa Timur Indonesia
No comments:
Post a Comment