Puji syukur Alhamdulillah saya sampaikan kehadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada hamba-hamba-Nya. Karena dengan rasa syukur itulah kita sebagai manusia akan mampu mengetahui dan memahami akan makna yang tersimpan dalam rahasia yang manusia biasa tidak akan mampu untuk menyingkapnya. Salah satu rahasia itu adalah Shadaqoh. Para pembaca yang budiman, nama saya Slamet, saya adalah seorang mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri jurusan Manajemen. Saya akan berbagi cerita tentang The Power Of Shadaqoh yang pernah terjadi pada saya. Perlu pembaca ketahui, secara ekonomi keluarga saya adalah keluarga yang saat ini berada pada posisi menengah ke bawah. Ya posisi menengah ke bawah dimana untuk makan sehari-hari kami harus banting tulang kesana kemari. Ayah dan ibu saya sudah tidak bekerja lagi sehingga kami sebagai anaklah yang harus membantunya dalam kehidupan sehari-hari. Saya adalah anak ke-3 dari pasangan suami istri Munadji dengan Mistinah. Dalam kesederhanaan saya dahulu adalah anak yang paling bandel dalam keluarga saya. Dimana ketika memasuki masa sekolah saya tidak menyelesaikan sekolah dan memilih untuk berpetualang bersama saudara ibu yaitu menarik pedati, sehingga saat ini kuliah saya jauh molornya. Teman-teman seangkatan saya sudah lulus semua.
Para
pembaca yang budiman, meskipun saya dalam keadaan keluarga serba kekurangan
tapi saya tidak putus semangat untuk belajar dan juga bekerja. Saya pernah
hidup bersama orang jepang cukup lama dan beliaulah yang mengajari saya untuk
berdisiplin dan bekerja keras. Uang hasil kerja keras itu saya gunakan untuk
menambah membeli buku di saat itu. Dengan membaca buku saya menemukan apa makna
dari sebuah rahasia illahi yang salah satunya adalah shadaqoh, ya shadaoh. Saya
pernah juga diajari oleh guru agama saya atau tokoh masyarakat saya kalau hidup
harus banyak tirakat yaitu puasa, shalat malam, shalat sunah lainnya dan syukur
serta shadaqoh. Dari apa yang mereka wejangkan ke saya , saya mencoba untuk
melaksanakannya. Puasa sunnah senin kamis dan shalat malam serta rutin shalat
duha menjadi kebutuhan saya. Pernah suatu ketika saya sedang mau menjalankan
shalat ashar di masjid Thoriqotul Jannah desa kandat. Saya tidak menemukan
seorangpun di masjid untuk diajak shalat berjamaah. Maka saya berusaha untuk
menunggu orang datang shalat berjamaah saya melaksanakan shalat sunnah dan
dalam hati berjanji “ kalau ada orang yang datang dan bisa diajak shalat
berjamaah maka saya akan memberikan sebagian riski yang saya punya kepada orang
tersebut”. Ketika itu adalah hari raya idul fitri sehingga tidak banyak yang ke
masjid karena sibuk urusan masing-masing. Cukup lama saya menunggu dan
datanglah seorang lelaki paruh baya dengan membawa sekeranjang mainan datang ke
masjid dan mau melaksanakan shalat ashar. Akhirnya saya ajak shalat berjamaah
dan seusai shalat uang yang aku janjikan aku berikan kepadanya. Apa yang
terjadi pembaca, orang tersebut semula enggan menerimanya uang tersebut. Namun
aku menyakinkan dengan keikhlasan karena janjiku untuk memberikan kepada
siapapun yang bisa diajak shalat berjamaah. Dengan senang hati akhirnya orang
tersebut menerimanya dan berkata “ uang mas saya terima dan saya masukkan ke
kotak amal di masjid.” . subhanallah maha besar Allah telah menolong hambanya
yang meskipun kekurangan mampu untuk tetap bersyukur atas nikmatnya dan hanya
mengambil uang yang menjadi haknya. Beberapa hari kemudian, saya tidak mengira dan menyangka apa yang terjadi
kepada saya. Dari anak-anak orang tua asuh saya memberikan uang kepada saya
yang jumlahnya lebih banyak lagi dari apa yang telah saya sedekahkan kepada
orang tersebut.
Dilain
waktu saya juga masih sering melakukan shadaqoh sesuai kemampuan saya, saya
berusaha selalu memberi kepada orang yang saya anggap perlu diberi, baik itu
teman, orang miskin atau siapa saja. Saya dengan penghasilan yang tak lebih
dari Rp.700.000,- saat ini, saya mampu menggunakan uang tersebut untuk memenuhi
kebutuhan hidup saya, kuliah saya dengan beli buku yang bermacam-macam,
membantu orang tua dan tak lupa saya sisihkan untuk anak yatim piatu yang aku
sumbangkan lewat yayasan yang diketuai oleh guru saya. Setiap bulan saya
memberikan uang hasil gaji saya dan Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan
hal tersebut. Saya mempunyai niatan bisa membantu mereka sampai akhir hayat
saya jika Allah menghendaki. Kalaupun dari pembaca menghendaki untuk membantu
anak yatim yang diasuh guru saya maka bisa menghubungi saya di nomor 085790282303
dan nanti insyaallah amanat akan saya sampaikan. Alhamdulillah dari shadaqoh
ini saya bisa melanjutkan kuliah sampai sekarang tanpa harus membebankan orang
tua kandung saya untuk membiayai kuliah saya. Bahkan saya mampu memenuhi apa
yang menjadi permintaan saya untuk membeli barang-barang yang saya inginkan
sejak dahulu.
Untuk
kedepan yang menjadi impian saya adalah menemukan istri yang shaleha karena
sampai detik ini Allah SWT masih menyimpan rahasia itu dan wanita-wanita yang
saya sukai menolak saya. Sedangkan untuk membahagiakan orang tua saya, saya
berharap bisa memberangkatkannya untuk beribadah haji. Amin-amin ya robbal
‘alamin .
Demikian
pembaca apa yang dapat saya tularkan dari pengalaman shadaqoh yang pernah
terjadi pada saya. Saya yakin Allah SWT akan membukakan jalannya bagi
hamba-hamba-Nya yang Ikhlas dalam memohon kepada-Nya.
Shalatlah
dengan berjamaah, bukalah shadaqoh dengan ikhlas, jalinlah ukhuwah islamiyah
dengan saudara muslim. Insyallah akan dibukakan jalan
Created
by : abinaslamet@yahoo.co.id
Penulis
: Slamet
ircisod68@yahoo.com
No comments:
Post a Comment