Tuesday, June 30, 2015

PENGALAMAN SPIRITUAL SHADAQOH


Puji syukur Alhamdulillah saya sampaikan kehadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada hamba-hamba-Nya. Karena dengan rasa syukur itulah kita sebagai manusia akan mampu mengetahui dan memahami akan makna yang tersimpan dalam rahasia yang manusia biasa tidak akan mampu untuk menyingkapnya. Salah satu rahasia itu adalah Shadaqoh. Para pembaca yang budiman, nama saya Slamet, saya adalah seorang mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri jurusan Manajemen. Saya akan berbagi cerita tentang The Power Of Shadaqoh yang pernah terjadi pada saya. Perlu pembaca ketahui, secara ekonomi keluarga saya adalah keluarga yang saat ini berada pada posisi menengah ke bawah. Ya posisi menengah ke bawah dimana untuk makan sehari-hari kami harus banting tulang kesana kemari. Ayah dan ibu saya sudah tidak bekerja lagi sehingga kami sebagai anaklah yang harus membantunya dalam kehidupan sehari-hari. Saya adalah anak ke-3 dari pasangan suami istri Munadji dengan Mistinah. Dalam kesederhanaan saya dahulu adalah anak yang paling bandel dalam keluarga saya. Dimana ketika memasuki masa sekolah saya tidak menyelesaikan sekolah dan memilih untuk berpetualang bersama saudara ibu yaitu menarik pedati, sehingga saat ini kuliah saya jauh molornya. Teman-teman seangkatan saya sudah lulus semua.
Para pembaca yang budiman, meskipun saya dalam keadaan keluarga serba kekurangan tapi saya tidak putus semangat untuk belajar dan juga bekerja. Saya pernah hidup bersama orang jepang cukup lama dan beliaulah yang mengajari saya untuk berdisiplin dan bekerja keras. Uang hasil kerja keras itu saya gunakan untuk menambah membeli buku di saat itu. Dengan membaca buku saya menemukan apa makna dari sebuah rahasia illahi yang salah satunya adalah shadaqoh, ya shadaoh. Saya pernah juga diajari oleh guru agama saya atau tokoh masyarakat saya kalau hidup harus banyak tirakat yaitu puasa, shalat malam, shalat sunah lainnya dan syukur serta shadaqoh. Dari apa yang mereka wejangkan ke saya , saya mencoba untuk melaksanakannya. Puasa sunnah senin kamis dan shalat malam serta rutin shalat duha menjadi kebutuhan saya. Pernah suatu ketika saya sedang mau menjalankan shalat ashar di masjid Thoriqotul Jannah desa kandat. Saya tidak menemukan seorangpun di masjid untuk diajak shalat berjamaah. Maka saya berusaha untuk menunggu orang datang shalat berjamaah saya melaksanakan shalat sunnah dan dalam hati berjanji “ kalau ada orang yang datang dan bisa diajak shalat berjamaah maka saya akan memberikan sebagian riski yang saya punya kepada orang tersebut”. Ketika itu adalah hari raya idul fitri sehingga tidak banyak yang ke masjid karena sibuk urusan masing-masing. Cukup lama saya menunggu dan datanglah seorang lelaki paruh baya dengan membawa sekeranjang mainan datang ke masjid dan mau melaksanakan shalat ashar. Akhirnya saya ajak shalat berjamaah dan seusai shalat uang yang aku janjikan aku berikan kepadanya. Apa yang terjadi pembaca, orang tersebut semula enggan menerimanya uang tersebut. Namun aku menyakinkan dengan keikhlasan karena janjiku untuk memberikan kepada siapapun yang bisa diajak shalat berjamaah. Dengan senang hati akhirnya orang tersebut menerimanya dan berkata “ uang mas saya terima dan saya masukkan ke kotak amal di masjid.” . subhanallah maha besar Allah telah menolong hambanya yang meskipun kekurangan mampu untuk tetap bersyukur atas nikmatnya dan hanya mengambil uang yang menjadi haknya. Beberapa hari kemudian, saya  tidak mengira dan menyangka apa yang terjadi kepada saya. Dari anak-anak orang tua asuh saya memberikan uang kepada saya yang jumlahnya lebih banyak lagi dari apa yang telah saya sedekahkan kepada orang tersebut.
Dilain waktu saya juga masih sering melakukan shadaqoh sesuai kemampuan saya, saya berusaha selalu memberi kepada orang yang saya anggap perlu diberi, baik itu teman, orang miskin atau siapa saja. Saya dengan penghasilan yang tak lebih dari Rp.700.000,- saat ini, saya mampu menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup saya, kuliah saya dengan beli buku yang bermacam-macam, membantu orang tua dan tak lupa saya sisihkan untuk anak yatim piatu yang aku sumbangkan lewat yayasan yang diketuai oleh guru saya. Setiap bulan saya memberikan uang hasil gaji saya dan Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan hal tersebut. Saya mempunyai niatan bisa membantu mereka sampai akhir hayat saya jika Allah menghendaki. Kalaupun dari pembaca menghendaki untuk membantu anak yatim yang diasuh guru saya maka bisa menghubungi saya di nomor 085790282303 dan nanti insyaallah amanat akan saya sampaikan. Alhamdulillah dari shadaqoh ini saya bisa melanjutkan kuliah sampai sekarang tanpa harus membebankan orang tua kandung saya untuk membiayai kuliah saya. Bahkan saya mampu memenuhi apa yang menjadi permintaan saya untuk membeli barang-barang yang saya inginkan sejak dahulu.
Untuk kedepan yang menjadi impian saya adalah menemukan istri yang shaleha karena sampai detik ini Allah SWT masih menyimpan rahasia itu dan wanita-wanita yang saya sukai menolak saya. Sedangkan untuk membahagiakan orang tua saya, saya berharap bisa memberangkatkannya untuk beribadah haji. Amin-amin ya robbal ‘alamin .
Demikian pembaca apa yang dapat saya tularkan dari pengalaman shadaqoh yang pernah terjadi pada saya. Saya yakin Allah SWT akan membukakan jalannya bagi hamba-hamba-Nya yang Ikhlas dalam memohon kepada-Nya.
Shalatlah dengan berjamaah, bukalah shadaqoh dengan ikhlas, jalinlah ukhuwah islamiyah dengan saudara muslim. Insyallah akan dibukakan jalan

Created by : abinaslamet@yahoo.co.id













Penulis  : Slamet
ircisod68@yahoo.com

No comments:

Post a Comment